Alcohol & Water (injection) Project

Ingin mengendarai mesin lebih besanr 5 – 10 PSI dari mesin mobil yang sekarang ? tentu anda mau kan ?
Karena dengan kenaikkan 5 – 10 PSI berarti mesin mobil kita bertambah 5 – 10 horse power!

Anda bisa melakukan itu dengan mudah tanpa merubah atau memodifikasi mesin mobil anda hingga jutaan rupiah, yaitu dengan membenamkan sistem injeksi alkohol. Hingga sekarang saya juga masih bingung, ternyata masih banyak orang yang dibohongi (walau tidak sepenuhnya bohong) dengan produk-produk supplemen/additive untuk bahan bakar supaya mobil jadi irit.

Sistem injeksi alkohol pada mesin mobil kita bukanlah hal baru, juga bukan hal bisa diremehkan, oleh karena itu sebelum saya sampaikan tentang bagaimana sistem ini, marilah kita membicarakan beberapa faktor penting dari aktivitas memodifikasi mesin mobil kita supaya siap menerima perubahan adanya “boosting” alcohol pada combution chamber!.

Ketika saya berkata ‘alkohol’ itu berarti larutan kimia seperti: methanol, toluene, benzene and ethanol dan sebagainya.

Kompresi tertinggi mesin yang dicapai (karena octane tinggi) atau knok yang terjadi saat mesin kita jalankan adalah dua hal yang sangat penting untuk di pahami. Ke dua hal in biasa dibicarakan orang dengan istilah “pre-ignition” dan “detonation”.

* pre-ignition adalah peristiwa dimana bahan bakar yang ada dalam silinder pengapian terbakar terlebih dahulu sebelum piston mencapai titik tertinggi dari stroke mesin dikarenakan setting mesin yang kurang bagus.
* detonation adalah peristiwa dimana udara dan bahan bakar yang terkompresi terbakar sendiri (sebelum dibakar oleh lompatan bunga api dari busi) dikarenakan vacuum pressure yang sangat kedap dari gerakan piston saat menuju top nya (menyebabkan kenaikan temperature yang relative tinggi dan karena octane bahan bakar tidak tinggi, maka terjadi “self detonation”)

Jadi, apabila yang terjadi adalah ‘pre-ignited”, ini akan merugikan mesin mobil kita karena yang semestinya piston bergerak ke atas hingga mencapai top nya, ternyata di dorong mundur ke bawah oleh hasil ledakan pre-ignited (terjadi benturan energi mekanik dari crank shaft yang menggerakan piston ke atas dengan energi kalor dari ledakan pre-ignited yang mendorong ke bawah) akibatnya akan membuat ring piston crack atau patah atau bahkan lebih buruk lagi.
Hal yang sama juga akan terjadi apabila pada combution chamber kita terjadi peristiwa detonation.

Sekarang mari kita bicarakan tentang modifikasi mesin mobil kita supaya bisa nambah tenaga nya. Biasanya orang akan langsung pasang turbo charge supaya tendangan mesin lebih hebat. Penambahan pressure oleh turbo juga meminta bahan bakar yang lebih banyak lagi. Lebih banyak udara, lebih banyak bahan bakar yang harus di semprotkan, begitu lah hukumnya.
Oleh karena itu pencampuran komposisi bahan bakar dan udara harus diatur sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya dua gejala yang merugikan diatas. Di dunia otomotif dikenal research octane number (RON). RON ditentukan dari mesin yang dijalankan dengan berbagai macam rasio bahan bakar yang terkontrol. Ada lagi tipe octane rating yang biasa digunakan, biasa di kenal dengan motor octane number (MON) or the aviation lean octane rating, dimana MON mempunyai kemampuan perhitungan yang lebih baik. Metode test pada MON tidak berbeda jauh dengan RON, hanya saja pada MON ditambahkan ‘preheated fuel mixture’, ‘higher engine speed’ dan ‘variable ignition timing’. Tergantung pada komposisi dari bahan bakar & udara, MON pada kendaraan di masa sekarang ini biasanya berkisar pada 8 – 10 point lebih rendah dari RON. Normalnya, spesifikasi bahan bakar membutuhkan minimal RON dan minimal MON, contoh : toluene memiliki nilai RON rating = 124 & MON rating = 112, leading to a (R+M)/2 rating = 118. (R+M)/2 biasa disebut dengan “anti knock index” dan ini adalah kriteria terpenting dari mesin.

Dengan itu semua ada di dalam benak kita, kita bisa melihat “keuntungan” dari alcohol & water (injection). Dengan menginjeksikan alcohol, misal methanol (memiliki MON = 105) maka ketika methanol di injeksikan ke combution chamber bersama bahan bakar dan udara, ini akan menaikan nilai octane, dan seperti yang kita pelajari sebelumnya, “more octane will booster our machine!”

Bagaimana dengan water injection ? cara kerja water injection agak sedikit berbeda dari injeksi alkohol di karenakan injeksi air pada combution chamber tidak secara langsung menaikan nilai octane dari komposisi bahan bakar + udara yang ada, namun karena air sifatnya dingin, maka pre-ignited mau pun detonation menjadi bisa di eliminir dikarenakan dengan hadirnya uap air di combution chamber pada akhirnya mengakibatkan pembakaran menjadi advance (seperti layaknya bila bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar ber octane tinggi).

####

Link berikut adalah tentang “water injection” :

  1. Water Injection – Mercedes 280 Th 1975
  2. Water Injection – Suzuki Smash 110 Th 2005
  3. Water Injection – VW Beetle 1800 Th 1964
  4. Water Injection – Kawasaki Ninja 150 Th 1996
  5. Water Injection – Jual Peralatan Wa-i for Daily Use

5 thoughts on “Alcohol & Water (injection) Project

  1. Buat yg mau praktis, Kami sejak 1995 mengembangkan alat yg bisa memrposes air menjadi gas hho dan tidak memakai katalis (koh, soda kue soda api dll), dan alat ini bisa juga dipakai untuk memecah alkohol menjadi gas yg seperti hho. tel 021 91499472 – 021 91303345 dengan aditya

  2. Agan yg terhormat,
    Sy sharing utk peugeot 505 gti mengenai pemasangan water injectionnya bagaimana caranya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s