Water Vapor Aspirated Injection

Sudah lama tidak aktif di dunia blog, apalagi di wordpress, mungkin sudah 1.5 tahun tidak aktif dalam arti fokus memelihara blog go2alam.
Selama itu pula telah banyak terima postingan via email mau pun via sms, terutama tentang water injection di kendaraan bermotor.
Oleh karena itu, mumpung hari ini lagi senggang, sebuah ulasan singkat tentang water inject berhasil disematkan 😀 walau light version karena via (BB).
Buat teman-teman netter, setelah sekian lama mencoba merasakan dan menghitung-hitung, water injection terbaik untuk daily use/regular use adalah yang berjenis “water vapor aspirated injection”.
Kenapa ?
Karena :
1. Murah dalam investasinya.
2. Mudah dalam meng applikasikan nya.
3. Tidak merusak sistem.
4. Hasil yang didapat relatif membantu user, yaitu : efisiensi bbm hingga 15%, nafas mesin menjadi lebih panjang, pembakaran instant berubah lebih lean, jadi gejala ngelitik/detonation dini bisa di eliminir.

So, yang sudah terlanjur pake wa-i stage 1 atau pun wa-i stage 2 dan HCS, langsung saja ganti wava-ai (water vapor aspirated injection.

Komposisi cairan wava-ai adalah :
1. Air 50%
2. Alkohol 50%
3. Volume terhadap tank : 75%
That’s all!

Selamat mencoba dan merasakan reliability dari sistem wava-ai !!! 🙂

Advertisements

Over Heated – HHO Fuel Cell

Hari minggu kemaren saya coba hasil pemasangan HHO fuel cell yang saya pasang di mesin VW Beetle. Siang itu selesai pasang semua instrument dan fuel cell HHO, saya langsung pakai untuk naik ke Wanayasa (daerah tinggi di kota Purwakarta).

Tujuan saya adalah “Situ Wanayasa” sembari mencoba torsi VW Beetle yang telah di tambahkan injeksi gas Hydroxy.

Cuaca mendung dan akhirnya hujan tapi tidak lebat, lepas dari pasar simpang Purwakarta, VW beetle merah saya geber di gigi 3 untuk mendaki, hasilnya bagus sekali, terasa mulus dan enteng, setiap tanjakan dan tikungan di babat abissss tanpa turun ke gigi 2, malah sempat beberapa kali oper ke gigi 4.

Sampai di “Situ Wanayasa” Purwakarta kita berhenti untuk sekedar ngopi, kemudian setelah puas maem ikan bakar dan makan kecil lainya, saya dan teman saya turun kembali ke kota Purwakarta, sepanjang perjalanan semuanya lancar, hanya saja yang membuat saya khawatir dari awal perjalanan adalah tingginya Ampere di ampere meter yang saya pasang di instrument fuel cell HHO, 32 Ampere!!!
Dari awal saya sudah khawatir, apakah wadah plastik yang saya gunakan akan mampu menahan heat yang akan terjadi ??? karena terlalu panas di elemen fuel cell (panas dan tinggi nya ampere ini dikarenakan terlalu banyak KOH, tapi karena demin water sudah habis, saya coba paksakan saja, ingin tahu sampai bagaimana hasil nya).
Ternyata, sesampai kami kembali ke Purwakarta, di tengah jalan sudah mendekati rumah, fuel cell bocor karena over heated & over pressure. Keluar steam cukup banyak dan cukup membuat saya panik beberapa saat karena takut terjadi kebakaran di dalam jok mobil bagian belakang, hehehe 🙂

Alhamdulillah semua OK 🙂

Benang merah yang bisa diambil adalah :
1. Kalau mau pasang fuel cell, siapkan demin water yang cukup.
2. Mulailah dengan demin water tanpa penambahan KOH.
3. Monitoring ampere sembari menambahkan KOH sedikit demi sedikit.
4. Setelah nilai ampere naik hingga 3 Ampere, stop penambahan KOH.
5. Fuel cell sudah siap dipakai.
6. Jangan lupa pasang interlock sistem yang memadai (pasang volt meter, ampere meter, fuse 6 ampere & saklar emergency stop).

Demikian guys, sedikit pengalaman yang bisa saya share 🙂 selamat ber-experiments.

Powered by ScribeFire.

Fuel Cell HHO untuk VW Beetle 1964

Setelah check list mesin beetle sudah yakin oke, kemaren ogut mempersiapkan kembali fuel cell HHO
(hydroxy) dan water injection (wa-i) untuk si kodok kongkang 🙂

Moga moga saja pemasangan kali ini akan memberikan efisiensi pemakaian bahan bakar yang lebih baik lagi. Kalau dulu bisa dapat 1 liter = 16 KM, maka pemasangan kembali saat sekarang ini saya berharap bisa mencapai 1 liter = 25 KM atau lebih.

Fuel cell yang di generasi oleh proses elektrolisis secara umum bisa dijelaskan sebagai berikut :

Pada proses konvesional electrolisis dengan media demin water, gas hidrogen dapat terproduksi oleh karena adanya electrolyzing an acidic or alkaline aqueous solution. Overall proses yang terjadi bisa diterjemahkan seperti dibawah ini :

H2O + Electrical Energi –> H2 + 1/2 O2

Dimana energi listrik di konversi ke energi kimia menjadi gas hidrogen. Reaksi pada bagian katoda adalah sebagai berikut :

  • Katode (elektrode hidrogen)
  • 2 H2O + 2e-    –>   H2 + 2OH-
  • Anode (elektrode oxygen)
    • 2 OH   –>  1/2 O2 + H2O + 2e-

    Pada proses ini air sangat dibutuhkan dan hanya 2 elektrode yang terlibat dalam proses penguraian molekul air. Pada reaksi elektrolisa ini tidak terdapat reaksi sampingan yang merugikan (tidak bisa diterima oleh lingkungan). Jadi proses dari reaksi tersebut diatas bersih, aman (note: sesuai bidang keilmuan) dan tidak memerlukan pemisahan atau pun purifikasi product yang di hasilkan.

    Hukum pertama dari thermodinamic untuk sistem yang terbuka adalah sebagai berikut :

    • Q – Ws = dH    (r: 4)

    Dimana Q = panas yang ditambahkan pada sistem. Ws = beban sistem & dH = perubahan entalphy pada sistem. Beban yang ada pada elektolizer, Ws :

    • Ws = – n F E    (r: 5)
    • dimana :
    • n : jumlah electron yang di transfer
    • F : nilai konstanta dari Faraday = 23.074 cal/volt gm equiv dan
    • E : nilai tegangan yang di aplikasikan pada sistem.
  • Memanipulasi rumus nomor 4 & 5, kita bisa mendapatkan :
  • E = (dH – Q) : n F   (r: 6)
    • Untuk isothermal reversible proses, nilai Q bisa sebagai berikut :
  • Qrev = T dS   (r: 7)
    • T = temperature
    • dS = perubahan temperature pada sistem entropy. substitusi rumus no. 7 dengan rumus no. 6 memberikan hasil sebagai berikut (which neither hydrogen nor oxygen can be generated). :
    • Erev = (dH – T dS) : n F    (r: 8)
  • (dH – T dS) adalah peluang di dalam sistem gibbs free energy dG. dt kondisi standard ( 25 derajat celcius & 1 atm ) dH sama dengan 68.320 cal/gmole and dG sama dengan 56.690 cal/gmole. Oleh karena itu, Cell Reversible Potensial sama dengan :
    • Erev = dG : (n F)
    • = 56.690 : (2 x 23.074)
    • = 1.23 volt.
    • will be continue! *capek ogut nya*


    ## peralatan yang dibutuhkan untuk membuat fuel cell


    ## lengkap dengan difusi hidrgen


    ## fuel cell HHO yang sudah siap di pasang di VW beetle 1964


    ## fuel cell HHO di coba doloe sebelum di install

    Powered by ScribeFire.

    Tampang VW Kodok Merah

    Tampang si merah setelah ogut beresi mesin dan body nya yang di serempet sekretaris camat kotabumi – lampung utara beberapa waktu yang lalu.

    Sekarang tampangnya sudah kembali normal dengan mesin yang lebih bertenaga and dalam kondidi yang sangat prima, he3x, siap luar kota keliling jawa barat lagi negh ogut.

    Spesifikasi beetle 1964 sedan lesona red ini adalah sebagai berikut :

    * karena ogut lebih suka dengan aliran custom, maka specification nya juga full customize *

    1. Wide body, lesona red by sikens.

    2. Steering by mazda rack & pinion (sudah di modif), jadi super ringan!.

    3. Velg 16″ dengan ban 225×50 & 195×50

    4. CDI ready, tidak lagi pake platina.

    5. Gearbox VW Variant sedan (tarikan jadi enteng dan panjang).

    6. CAM sudah 100

    7. Water injection (plug & play)

    8. HHO fuel cell (plug & play)

    9. Head lamp use rossy bello

    10. back lamp use american style

    Berikut tampang si merah, oh ya, kalo ada yang minat dan mau memelihara, boleh contact saya di : 081 780 3009

    Harga tidak murah tapi juga tidak mahal, 🙂

    kodok merah dibandung

    kodok merah dibandung

    Foto diatas di ambil di depan rumah teman yang megang mesin si merah, di daerah cimahi bandung 🙂

    vw 1964 1800 cc

    vw 1964 1800 cc

    Foto diatas adalah kondisi mesin si merah setelah di bongkar service & pasang kembali 🙂

    beetle 1964 sedan 1800 cc

    beetle 1964 sedan 1800 cc

    Kalau ini foto si merah di rumah purwakarta 🙂

    Jual Water Injection Tools

    Karena semakin banyak teman-teman yang meng inginkan saya posting diagram wa-i, berikut adalah skema pemasangan wa-i untuk daily use.  Sistem di bawah ini banyak di aplikasikan di motor, kalau di kota serang, cilegon & rangkas bitung sudah banyak di install oleh Bung Ryan (Ryan Modif) yang sekarang juga sudah menyediakan peralatan wa-i lengkap untuk motor.

    Bung Ryan juga menyertakan prosedur cara pasang dan gambar diagram yang lebih baik sehingga semua orang bisa memasang dengan benar dan dapat merasakan manfaat dari water injection di motor masing-masing.

    Harga yang ditawarkan cukup murah saya rasa, hanya 50 rebu! (belum termasuk ongkos kirim).

    Oh iya, barang-barang sudah termasuk :

    1. water storage
    2. holder water storage (dari aluminium/besi)
    3. 2 pcs one way valve
    4. 1 kran
    5. 1,5 meter selang
    6. 1 pc jarum
    7. 2 pcs filter
    8. 1 pc Tee
    9. petunjuk installasi dan gambar diagram wa-i for daily use di motor.

    Kalau tertarik bisa hubungi Ryan Modif (Pak Ryan di : 081906040214)

    Note: sekedar tips untuk anda yang suka modifikasi, installasi water injection akan menjadi lebih nyaman apabila selang buangan air AC dari mobil kita, kita masukkan di water storage dari water injection yang sudah kita pasang, setelah saya praktekan, ternyata saya sudah tidak perlu lagi ngisi air ke water storage, karena selama mesin jalan, air di supply terus oleh AC 🙂 *nice kan*

    ldirect wa-idirect wa-i

    Water Injection – Kawasaki Ninja 1996

    Pemasangan wai (water injection) di motor 2 tak seperti kawasaki ninja ini sangatlah mudah dikarenakan pada jalur ‘RIS’ bawaan dari motor sudah tersedia.

    Dan kebetulan rangka yang dipergunakan pada motor kenceng ini sama seperti rangka yang digunakan pada motor yamaha scorpio sehingga memudahkan dalam pemasangan handle water storage, tidak seperti rangka yang digunakan pada motor tigi, kalau di tigi agak suseh pasang nya, butuh perjuangan yang lebih panjang :))

    Karena motor ini bukan motor saya, maka setelah mendapatkan laporan bahwa pemasangan water injection pada ninja tersebut memang memberikan dampak langsung yang positif pada tenaga motor maupun konsumsi premium nya, maka dokumen pemasangan saya posting di sini 🙂

    Berikut foto dari installasi water injection di motor kawasaki ninja tahun 1996 :

    Kran air, Water storage & Non return valve

    Kran air, Water storage & Non return valve

    Kawasaki Ninja & Sheng Dhuwe

    Kawasaki Ninja & Sheng Dhuwe