Over Heated – HHO Fuel Cell

Hari minggu kemaren saya coba hasil pemasangan HHO fuel cell yang saya pasang di mesin VW Beetle. Siang itu selesai pasang semua instrument dan fuel cell HHO, saya langsung pakai untuk naik ke Wanayasa (daerah tinggi di kota Purwakarta).

Tujuan saya adalah “Situ Wanayasa” sembari mencoba torsi VW Beetle yang telah di tambahkan injeksi gas Hydroxy.

Cuaca mendung dan akhirnya hujan tapi tidak lebat, lepas dari pasar simpang Purwakarta, VW beetle merah saya geber di gigi 3 untuk mendaki, hasilnya bagus sekali, terasa mulus dan enteng, setiap tanjakan dan tikungan di babat abissss tanpa turun ke gigi 2, malah sempat beberapa kali oper ke gigi 4.

Sampai di “Situ Wanayasa” Purwakarta kita berhenti untuk sekedar ngopi, kemudian setelah puas maem ikan bakar dan makan kecil lainya, saya dan teman saya turun kembali ke kota Purwakarta, sepanjang perjalanan semuanya lancar, hanya saja yang membuat saya khawatir dari awal perjalanan adalah tingginya Ampere di ampere meter yang saya pasang di instrument fuel cell HHO, 32 Ampere!!!
Dari awal saya sudah khawatir, apakah wadah plastik yang saya gunakan akan mampu menahan heat yang akan terjadi ??? karena terlalu panas di elemen fuel cell (panas dan tinggi nya ampere ini dikarenakan terlalu banyak KOH, tapi karena demin water sudah habis, saya coba paksakan saja, ingin tahu sampai bagaimana hasil nya).
Ternyata, sesampai kami kembali ke Purwakarta, di tengah jalan sudah mendekati rumah, fuel cell bocor karena over heated & over pressure. Keluar steam cukup banyak dan cukup membuat saya panik beberapa saat karena takut terjadi kebakaran di dalam jok mobil bagian belakang, hehehe 🙂

Alhamdulillah semua OK 🙂

Benang merah yang bisa diambil adalah :
1. Kalau mau pasang fuel cell, siapkan demin water yang cukup.
2. Mulailah dengan demin water tanpa penambahan KOH.
3. Monitoring ampere sembari menambahkan KOH sedikit demi sedikit.
4. Setelah nilai ampere naik hingga 3 Ampere, stop penambahan KOH.
5. Fuel cell sudah siap dipakai.
6. Jangan lupa pasang interlock sistem yang memadai (pasang volt meter, ampere meter, fuse 6 ampere & saklar emergency stop).

Demikian guys, sedikit pengalaman yang bisa saya share 🙂 selamat ber-experiments.

Powered by ScribeFire.

Advertisements

Fuel Cell HHO untuk VW Beetle 1964

Setelah check list mesin beetle sudah yakin oke, kemaren ogut mempersiapkan kembali fuel cell HHO
(hydroxy) dan water injection (wa-i) untuk si kodok kongkang 🙂

Moga moga saja pemasangan kali ini akan memberikan efisiensi pemakaian bahan bakar yang lebih baik lagi. Kalau dulu bisa dapat 1 liter = 16 KM, maka pemasangan kembali saat sekarang ini saya berharap bisa mencapai 1 liter = 25 KM atau lebih.

Fuel cell yang di generasi oleh proses elektrolisis secara umum bisa dijelaskan sebagai berikut :

Pada proses konvesional electrolisis dengan media demin water, gas hidrogen dapat terproduksi oleh karena adanya electrolyzing an acidic or alkaline aqueous solution. Overall proses yang terjadi bisa diterjemahkan seperti dibawah ini :

H2O + Electrical Energi –> H2 + 1/2 O2

Dimana energi listrik di konversi ke energi kimia menjadi gas hidrogen. Reaksi pada bagian katoda adalah sebagai berikut :

  • Katode (elektrode hidrogen)
  • 2 H2O + 2e-    –>   H2 + 2OH-
  • Anode (elektrode oxygen)
    • 2 OH   –>  1/2 O2 + H2O + 2e-

    Pada proses ini air sangat dibutuhkan dan hanya 2 elektrode yang terlibat dalam proses penguraian molekul air. Pada reaksi elektrolisa ini tidak terdapat reaksi sampingan yang merugikan (tidak bisa diterima oleh lingkungan). Jadi proses dari reaksi tersebut diatas bersih, aman (note: sesuai bidang keilmuan) dan tidak memerlukan pemisahan atau pun purifikasi product yang di hasilkan.

    Hukum pertama dari thermodinamic untuk sistem yang terbuka adalah sebagai berikut :

    • Q – Ws = dH    (r: 4)

    Dimana Q = panas yang ditambahkan pada sistem. Ws = beban sistem & dH = perubahan entalphy pada sistem. Beban yang ada pada elektolizer, Ws :

    • Ws = – n F E    (r: 5)
    • dimana :
    • n : jumlah electron yang di transfer
    • F : nilai konstanta dari Faraday = 23.074 cal/volt gm equiv dan
    • E : nilai tegangan yang di aplikasikan pada sistem.
  • Memanipulasi rumus nomor 4 & 5, kita bisa mendapatkan :
  • E = (dH – Q) : n F   (r: 6)
    • Untuk isothermal reversible proses, nilai Q bisa sebagai berikut :
  • Qrev = T dS   (r: 7)
    • T = temperature
    • dS = perubahan temperature pada sistem entropy. substitusi rumus no. 7 dengan rumus no. 6 memberikan hasil sebagai berikut (which neither hydrogen nor oxygen can be generated). :
    • Erev = (dH – T dS) : n F    (r: 8)
  • (dH – T dS) adalah peluang di dalam sistem gibbs free energy dG. dt kondisi standard ( 25 derajat celcius & 1 atm ) dH sama dengan 68.320 cal/gmole and dG sama dengan 56.690 cal/gmole. Oleh karena itu, Cell Reversible Potensial sama dengan :
    • Erev = dG : (n F)
    • = 56.690 : (2 x 23.074)
    • = 1.23 volt.
    • will be continue! *capek ogut nya*


    ## peralatan yang dibutuhkan untuk membuat fuel cell


    ## lengkap dengan difusi hidrgen


    ## fuel cell HHO yang sudah siap di pasang di VW beetle 1964


    ## fuel cell HHO di coba doloe sebelum di install

    Powered by ScribeFire.