HHO – Catalysts

Banyak sekali debat untuk masalah katalis pada fuel cell HHO.
Biasanya orang menggunakan KOH, NaOH atau Backing Soda. Dipasaran, akan lebih mudah menemukan backing soda alias soda kue.

kodok merah

Dari sekian banyak diskusi juga dari hasil membaca buku-buku referensi yang saya miliki, semua praktisi HHO selalu menganjurkan untuk menambahkan katalis dengan cara bertahap, dimulai dengan tanpa katalis, kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit hingga nilai ampere yang di harapkan tercapai.
Penambahan katalis ini sebenarnya bagus, tidak perlu khawatir yang kata orang akan merusak karena sifat korosinya, sama sekali tidak, hanya dengan jumlah yang sangaaaaat kecil dan langsung terbuang ke outer manifold. Coba bayangkan, methanol banyak digunakan oleh para pembalap nasional maupun international, sebagai bahan bakar mesin kuda tunggangan nya, padahal methanol ini super corrotion sifatnya, tapi karena langsung di bakar dan dibuang, it is OK πŸ™‚ no impact fr Your car machine πŸ™‚

Dan ada baiknya Anda membaca semua link yang ada di bawah ini;

Backing soda : sodium bicarbonate atau sodium hydrogen carbonate adalah sebuah chemical compound dengan formula NaHCO3. Diatas 60 derajat celcius backing soda berangsur angsur terdecompress menjadi sodium carbonate, water & carbon dioxide.

Powered by ScribeFire.

Over Heated – HHO Fuel Cell

Hari minggu kemaren saya coba hasil pemasangan HHO fuel cell yang saya pasang di mesin VW Beetle. Siang itu selesai pasang semua instrument dan fuel cell HHO, saya langsung pakai untuk naik ke Wanayasa (daerah tinggi di kota Purwakarta).

Tujuan saya adalah “Situ Wanayasa” sembari mencoba torsi VW Beetle yang telah di tambahkan injeksi gas Hydroxy.

Cuaca mendung dan akhirnya hujan tapi tidak lebat, lepas dari pasar simpang Purwakarta, VW beetle merah saya geber di gigi 3 untuk mendaki, hasilnya bagus sekali, terasa mulus dan enteng, setiap tanjakan dan tikungan di babat abissss tanpa turun ke gigi 2, malah sempat beberapa kali oper ke gigi 4.

Sampai di “Situ Wanayasa” Purwakarta kita berhenti untuk sekedar ngopi, kemudian setelah puas maem ikan bakar dan makan kecil lainya, saya dan teman saya turun kembali ke kota Purwakarta, sepanjang perjalanan semuanya lancar, hanya saja yang membuat saya khawatir dari awal perjalanan adalah tingginya Ampere di ampere meter yang saya pasang di instrument fuel cell HHO, 32 Ampere!!!
Dari awal saya sudah khawatir, apakah wadah plastik yang saya gunakan akan mampu menahan heat yang akan terjadi ??? karena terlalu panas di elemen fuel cell (panas dan tinggi nya ampere ini dikarenakan terlalu banyak KOH, tapi karena demin water sudah habis, saya coba paksakan saja, ingin tahu sampai bagaimana hasil nya).
Ternyata, sesampai kami kembali ke Purwakarta, di tengah jalan sudah mendekati rumah, fuel cell bocor karena over heated & over pressure. Keluar steam cukup banyak dan cukup membuat saya panik beberapa saat karena takut terjadi kebakaran di dalam jok mobil bagian belakang, hehehe πŸ™‚

Alhamdulillah semua OK πŸ™‚

Benang merah yang bisa diambil adalah :
1. Kalau mau pasang fuel cell, siapkan demin water yang cukup.
2. Mulailah dengan demin water tanpa penambahan KOH.
3. Monitoring ampere sembari menambahkan KOH sedikit demi sedikit.
4. Setelah nilai ampere naik hingga 3 Ampere, stop penambahan KOH.
5. Fuel cell sudah siap dipakai.
6. Jangan lupa pasang interlock sistem yang memadai (pasang volt meter, ampere meter, fuse 6 ampere & saklar emergency stop).

Demikian guys, sedikit pengalaman yang bisa saya share πŸ™‚ selamat ber-experiments.

Powered by ScribeFire.

Brown Gas – HHO (001)

Brown Gas!

Ingin nambahin horse power mobil anda ? brown gas! adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan, teknologi sederhana ini sudah ditemukan sejak sebelum perang dunia I, hanya jsaja peng aplikasiannya terbatas pada individual semata, nah, buat teman-teman yang ingin pasang sistem brown gas supaya mobil kita semakin :

  1. Irit!
  2. Menaikkan horse power!
  3. Mesin jadi lebi awet karena pembakaran jadi ‘advance’.

Nah, yang pertama harus dimengerti, injection ‘brown gas’ tidak seperti ‘water injection’. Brown gas akan memberikan hasil terbaik bila di injection-kan pada posisi ‘air intake’ . bukan pada ‘vacuum intake’.