Water Injection – VW Beetle Th 1964

Pemasangan water injection pada vw beetle sangat mudah, karena pada leher angsa dari carburetor mesin vw ternyata telah tersedia port inlet nya.

Setelah pemasangan wai pada beetle saya, langkah berikutnya adalah mencoba kendaraan antik tersebut melakukan perjalanan dari kota serang, banten menuju kotabumi, lampung utara. Perjalanan tersebut memakan waktu 10 jam perjalanan (2.5 jam bertengger di kapal ferry).

Selama perjalanan tidak diketemukan permasalahan yang berarti, secara over all, semuanya lancar-lancar saja. Nah, ternyata pemakaian premium si kodok antik ini sangat irit. Perjalanan yang cukup jauh tersebut, hanya membutuhkan duit 100 rebu rupiah saja atau sama dengan 16.5 liter bensin/premium. Murah banget, padahal kodok merah antik punya saya ini berkapasitas mesin 1800 cc. Penumpang pada saat berangkat ada 4 orang (saya sendiri, om, ibu mertua dan pembantu).

Bener-bener selama perjalanan kita layaknya bersafari nde, sepanjang jalan, kenyang dapat ancungan jempol dari mobil mau pun motor yang se arah mau pun yang berpapasan πŸ™‚ mungkin karena kodok antik saya bentuk nya memang imut πŸ˜€

Berikut beberapa foto pemasangan water injection pada vw beetle milik saya :

water injection pada vw beetle

water injection pada vw beetle

water injection inlet

water injection inlet

water storage for wai

water storage for wai

wai installation on VW Beetle 1964

wai installation on VW Beetle 1964

Advertisements

Water Injection di Mercy 280 1975

Sudah lama ingin pasang “water injection” system ini di mobil tua punya saya, hingga pada akhirnya mesin original dari si tua ini rusak karena over heated.

Memperbaiki mobil yang telah rusak karena over heated, apalagi mobil tua, ternyata biayanya tidaklah murah, oleh karena itu saya ambil keputusan untuk sweep mesin ori 2800 cc dengan mesin baru ex. singapore (mesin 7K Toyota 1800 cc, auto adjusted).

Ternyata borosnya sama dengan mesin ori yang bervolum 2800 cc 😦

Jadi yah akhirnya keinginan untuk meng-applikasikan “water injection” harus benar-benar dilaksanakan. Setelah mencari kemana-mana, akhirnya alat-alat tersebut berhasil saya kumpulkan, berikut alat yang dibutuhkan untuk memasang water injection pada mesin mobil kita :

1. Auto relay falcon by rpm.

2. Selenoid vacuum valve.

3. One way valve.

4. Selang air aquarium.

5. Kran air aquarium.

6. Spuyer karburator motor (apa saja).

Okay, sekarang mari kita bicara tentang “Water Injection” itu sendiri.

Water Injection
Ide esensial dari system ini sudah dikembangkan sejak awal dekade abad 20 lalu, yaitu pada tahun 1910, sampai ahir perang dunia ke II banyak mesin pesawat terbang pada saat itu yang menggunakan system ini.
Bagaimana dan kenapa air dapat menambah Horse power (hp) ??? sebenarnya air tidak secara langsung menambah Horse Power mesin anda, lalu bagaimana ??? Air memiliki tingkat ketahanan terhadap panas dibanding dengan bahan bakar premium atau pertamax sekalipun, dimana air memiliki Latent High Of Vaporization yang sangat tinggi yaitu dibutuhkan sekitar 540 kalori per gram untuk dapat merubah air menjadi uap dibandingkan dengan bahan bakar biasa yang hanya cukup dengan 135 kalori untuk menguapkan BBM, ini menjelaskan kenapa air adalah yang terbaik untuk menurunkan temperature pada intake dibanding dengan memberikan lebih banyak BBM, dengan ini kita dapat mensetting timing
pengapian mesin menjadi lebih maju ( Advance) untuk mendapat HP yang lebih besar dan membuat lebih LEAN rasio perbandingan antara udara dengan BBM dimana hal ini dapat lebih mengirit bahan bakar dan meningkatkan power tanpa resiko mesin menjadi terlalu panas(Over Heat).
Water Injection (Wa-i) bekerja dengan cara menurunkan suhu ruang bakar yang tinggi, yaitu akibat udara yang dihisap mesin menjadi dingin karena bercampur dengan kabut air, hal ini bisa sepadan dengan menggunakan bensin beroktan tinggi sekitar angka oktan 113.
Temperatur udara di dalam intake dan ruang bakar ( Commbustion Chamber) yang tinggi dapat menyebabkan miskinnya kandungan udara(Oksigen) yang terdapat didalamnya sehingga dapat menyebabkan campuran yang miskin, detonasi/Engine Knock atau pinging akan terjadi karena campuran udara dan BBM terbakar secara premature atau terbakar tidak tepat dan sempurna. Namun kelemahan sistem ini adalah Water Injection hanya bekerja sempurna pada putaran mesin RPM tinggi atau pada saat karburator sudah terbuka penuh, apabila di putaran bawah atau putaran mesin rendah maka dapat di rasakan ada gejala berebet atau tersendat dan mesin terasa tertahan.

Solusi dari kelemahan water injection,

Karena pada putaran rendah mesin berpotensi untuk berebet/tersendat, maka perlu dipasang “auto relay by rpm” sehingga kita bisa set pada rpm berapa valve pen-supply water ke intake manifold terbuka. Bagusnya auto relay valve di set pada 2000 – 2500 rpm “ON”, sehingga kendaraan pada saat idle tidak di supply water oleh “water injection system”.

Dokumentasi pemasangan “Water Injection System” pada mercy tua saya,

(gambar auto relay ( kotak hitam ) yg di pasang compartment mesin mercy)

Tugas relay ini untuk meng (ON/OFF) selenoid valve sehingga aliran air bisa diatur kapan dibutuhkan oleh combution chamber atau sebaliknya. Pengaturan timing nya ditentukan oleh rotary per ment dari si mesin itu sendiri. Terus, bagaimana auto relay bekerja ? auto relay menerima inputan ber domain ‘voltage’/’ampere’ (saya juga tidak terlalu paham) kemudian dirubah menjadi energi mekanik untuk memutuskan arus pada stekker magneting yang ada di dalam system relay itu sendiri.

( + auto relay connect to + elco dan yang – connect to – elco)

Elco berfungsi memberikan input kepada auto relay untuk menjalankan fungsi ‘ON/OFF’ pada selenoid valve.

(filter bensin sepeda motor saya gunakan untuk filter air)

aliran air dari filter langsung menuju ke vacumm/selenoid valve & control by auto relay “seperti penjelasan diatas” biasanya auto relay di setting ‘ON’ pada 2000 rpm ke atas dan akan mati bila kurang dari itu.

(Selenoid valve (yang nempel pada dinding compartment mesin) dan One way valve)

Selenoid valve berfungsi menerima sinyal dari auto relay kemudian meneruskan sinyal tersebut untuk meng “ON/OFF” kan valve sehingga aliran air bisa diatur sesuai setting. Sedangkan One way valve berfungsi untuk menjaga supaya tidak ada aliran balik dari ruangan “intake manifold”.

(Keran air aquarium & selang yang masuk ke intake manifold)

Keran air ini berfungsi untuk ‘adjusting’ flowrate air yang akan masuk ke combution chamber, disini kita bisa men setting irit/boros nya penggunaan demin/destilasi water yang kita gunakan untuk ‘water injection’.

(Demin/destiled water storage)

Saya letakkan di dalam kocpit mobil bagian depan karena disini suhu air bisa saya jaga supaya tetap dingin (dari pada diletakkan di dalam compartment mesin).

Kodok Beetle Tahun 1964

Sejak kecil saya suka sekali melihat bentuk mobil kodok, sayang nya orang tua tidak pernah mau beli mobil dengan bentuk aneh nan cantik tersebut.

Sebuah kebetulan, bahwa saya adalah penyuka barang-barang bermesin yang usian nya kuno alias antik πŸ™‚ , saat saya bekerja di sebuah proyek pembangunan pabrik ethanol terbesar dan pertama di Indonesia, saya bertemu dengan teman baru dan langsung akrab karena kami memiliki beberapa persamaan hobby, yup, hobby koleksi mobil antik, singkat cerita, si Gangan (nama teman saya) menawarkan sebuah koleksinya untuk saya beli, sebuh mobil beetle merah tahun 1964.

Wah,… seneng sekali waktu ngelihat foto yang dia tunjukkan, tidak terlalu lama berpikir, saya pun menyanggupi untuk mengganti beetle merah tersebut dengan sejumlah uang, berikut si kodok ngorek yang sekarang masih nongkrong di kota serang (rumah mertua) karena saya masih belum berani membawanya ke kotabumi tempat saya bekerja.

vw kodok