Ngoprek Kodok (replace fuel line, ignition cable & distributor head)

Sabtu kemaren tidak ada acara, akhirnya ane memutuskan untuk otak atik kodok ane yang ada di depan rumah. Sudah cukup lama umur selang bensin bagian belakang (kalau yang depan baru diganti 1 bulan yang lalu), juga kabel busi dan kepala distributor juga sudah kakek kakek, jadi harus di remajakan ๐Ÿ™‚
Kalau businya sih masih gressh! pakai gartner racing yang harga per item nya Rp. 75.000 ๐Ÿ™‚

Rencana mau ngoprek pagi sekitar jam 06:00 tapi ternyata ngantuuuuukk abisss, masih pengin bobo’, maklum malemnya begadang nonton pilem seru hehehehe ๐Ÿ™‚
Akhirnya waktu ngoprek datang juga, jam 08:00 ane mulai nge dongkrak si kodok, soalnya kalau gak di dongkrak gak bisa di kolong, body nya lumayan rendah ๐Ÿ™‚
Pertama yang ane oprek si selang bensin.


# si kodok di operasi, hehehe ๐Ÿ™‚

Setelah di korak korek, akhirnya lepas juga selang bensin yang lama,…. ternyata keras sekali yah ๐Ÿ™‚ suseh banget ngelepasnya… edun!
alhamdulillah akhirnya berhasil dengan baik melepasi selang selang tersebut. Kemudian mulai di ganti dengan selang baru hehehe ๐Ÿ™‚ lumayan capek ngolong si kodok, soalnya sempit, gak seperti kalau ngolong mercedez ogut yang atunya.
Selesai ganti selang baru, ngerapin, kemudian ane lanjutkan dengan pasang ignition cable baru plus kepala distributor ๐Ÿ™‚ abiszzz itu ngreng!… ngacir nde ke serang – banten hehehe ๐Ÿ™‚


# jalur bensin lama


# jalur premium yang lama negh… ๐Ÿ™‚


# New fuel line ๐Ÿ™‚


# New ignition cable & distributor head


# Old fuel line, ignition cable & distributor head

Powered by ScribeFire.

Advertisements

Fuel Cell HHO untuk VW Beetle 1964

Setelah check list mesin beetle sudah yakin oke, kemaren ogut mempersiapkan kembali fuel cell HHO
(hydroxy) dan water injection (wa-i) untuk si kodok kongkang ๐Ÿ™‚

Moga moga saja pemasangan kali ini akan memberikan efisiensi pemakaian bahan bakar yang lebih baik lagi. Kalau dulu bisa dapat 1 liter = 16 KM, maka pemasangan kembali saat sekarang ini saya berharap bisa mencapai 1 liter = 25 KM atau lebih.

Fuel cell yang di generasi oleh proses elektrolisis secara umum bisa dijelaskan sebagai berikut :

Pada proses konvesional electrolisis dengan media demin water, gas hidrogen dapat terproduksi oleh karena adanya electrolyzing an acidic or alkaline aqueous solution. Overall proses yang terjadi bisa diterjemahkan seperti dibawah ini :

H2O + Electrical Energi –> H2 + 1/2 O2

Dimana energi listrik di konversi ke energi kimia menjadi gas hidrogen. Reaksi pada bagian katoda adalah sebagai berikut :

  • Katode (elektrode hidrogen)
  • 2 H2O + 2e- ย  ย –> ย  H2 + 2OH-
  • Anode (elektrode oxygen)
    • 2 OH ย  –> ย 1/2 O2 + H2O + 2e-

    Pada proses ini air sangat dibutuhkan dan hanya 2 elektrode yang terlibat dalam proses penguraian molekul air. Pada reaksi elektrolisa ini tidak terdapat reaksi sampingan yang merugikan (tidak bisa diterima oleh lingkungan). Jadi proses dari reaksi tersebut diatas bersih, aman (note: sesuai bidang keilmuan) dan tidak memerlukan pemisahan atau pun purifikasi product yang di hasilkan.

    Hukum pertama dari thermodinamic untuk sistem yang terbuka adalah sebagai berikut :

    • Q – Ws = dHย ย ย  (r: 4)

    Dimana Q = panas yang ditambahkan pada sistem. Ws =ย beban sistem & dH = perubahan entalphy pada sistem. Beban yang ada pada elektolizer, Ws :

    • Ws = – n F Eย ย ย  (r: 5)
    • dimana :
    • n : jumlah electron yang di transfer
    • F : nilai konstanta dari Faraday = 23.074 cal/volt gm equiv dan
    • E : nilai tegangan yang di aplikasikan pada sistem.
  • Memanipulasi rumus nomor 4 & 5, kita bisa mendapatkan :
  • E = (dH – Q) : n Fย ย  (r: 6)
    • Untuk isothermal reversible proses, nilai Q bisa sebagai berikut :
  • Qrev = T dSย ย  (r: 7)
    • T = temperature
    • dS = perubahan temperature pada sistem entropy. substitusi rumus no. 7 dengan rumus no. 6 memberikan hasil sebagai berikut (which neither hydrogen nor oxygen can be generated). :
    • Erev = (dH – T dS) : n Fย ย ย  (r: 8)
  • (dH – T dS) adalah peluang di dalam sistem gibbs free energy dG. dt kondisi standard ( 25 derajat celcius & 1 atm ) dH sama dengan 68.320 cal/gmole and dG sama dengan 56.690 cal/gmole. Oleh karena itu, Cell Reversible Potensial sama dengan :
    • Erev = dG : (n F)
    • = 56.690 : (2 x 23.074)
    • = 1.23 volt.
    • will be continue! *capek ogut nya*


    ## peralatan yang dibutuhkan untuk membuat fuel cell


    ## lengkap dengan difusi hidrgen


    ## fuel cell HHO yang sudah siap di pasang di VW beetle 1964


    ## fuel cell HHO di coba doloe sebelum di install

    Powered by ScribeFire.

    Water Injection – Kawasaki Ninja 1996

    Pemasangan wai (water injection) di motor 2 tak seperti kawasaki ninja ini sangatlah mudah dikarenakan pada jalur ‘RIS’ bawaan dari motor sudah tersedia.

    Dan kebetulan rangka yang dipergunakan pada motor kenceng ini sama seperti rangka yang digunakan pada motor yamaha scorpio sehingga memudahkan dalam pemasangan handle water storage, tidak seperti rangka yang digunakan pada motor tigi, kalau di tigi agak suseh pasang nya, butuh perjuangan yang lebih panjang :))

    Karena motor ini bukan motor saya, maka setelah mendapatkan laporan bahwa pemasangan water injection pada ninja tersebut memang memberikan dampak langsung yang positif pada tenaga motor maupun konsumsi premium nya, maka dokumen pemasangan saya posting di sini ๐Ÿ™‚

    Berikut foto dari installasi water injection di motor kawasaki ninja tahun 1996 :

    Kran air, Water storage & Non return valve

    Kran air, Water storage & Non return valve

    Kawasaki Ninja & Sheng Dhuwe

    Kawasaki Ninja & Sheng Dhuwe

    Water Injection – VW Beetle Th 1964

    Pemasangan water injection pada vw beetle sangat mudah, karena pada leher angsa dari carburetor mesin vw ternyata telah tersedia port inlet nya.

    Setelah pemasangan wai pada beetle saya, langkah berikutnya adalah mencoba kendaraan antik tersebut melakukan perjalanan dari kota serang, banten menuju kotabumi, lampung utara. Perjalanan tersebut memakan waktu 10 jam perjalanan (2.5 jam bertengger di kapal ferry).

    Selama perjalanan tidak diketemukan permasalahan yang berarti, secara over all, semuanya lancar-lancar saja. Nah, ternyata pemakaian premium si kodok antik ini sangat irit. Perjalanan yang cukup jauh tersebut, hanya membutuhkan duit 100 rebu rupiah saja atau sama dengan 16.5 liter bensin/premium. Murah banget, padahal kodok merah antik punya saya ini berkapasitas mesin 1800 cc. Penumpang pada saat berangkat ada 4 orang (saya sendiri, om, ibu mertua dan pembantu).

    Bener-bener selama perjalanan kita layaknya bersafari nde, sepanjang jalan, kenyang dapat ancungan jempol dari mobil mau pun motor yang se arah mau pun yang berpapasan ๐Ÿ™‚ mungkin karena kodok antik saya bentuk nya memang imut ๐Ÿ˜€

    Berikut beberapa foto pemasangan water injection pada vw beetle milik saya :

    water injection pada vw beetle

    water injection pada vw beetle

    water injection inlet

    water injection inlet

    water storage for wai

    water storage for wai

    wai installation on VW Beetle 1964

    wai installation on VW Beetle 1964

    Brown Gas – HHO (001)

    Brown Gas!

    Ingin nambahin horse power mobil anda ? brown gas! adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan, teknologi sederhana ini sudah ditemukan sejak sebelum perang dunia I, hanya jsaja peng aplikasiannya terbatas pada individual semata, nah, buat teman-teman yang ingin pasang sistem brown gas supaya mobil kita semakin :

    1. Irit!
    2. Menaikkan horse power!
    3. Mesin jadi lebi awet karena pembakaran jadi ‘advance’.

    Nah, yang pertama harus dimengerti, injection ‘brown gas’ tidak seperti ‘water injection’. Brown gas akan memberikan hasil terbaik bila di injection-kan pada posisi ‘air intake’ . bukan pada ‘vacuum intake’.

    Water Injection di Mercy 280 1975

    Sudah lama ingin pasang “water injection” system ini di mobil tua punya saya, hingga pada akhirnya mesin original dari si tua ini rusak karena over heated.

    Memperbaiki mobil yang telah rusak karena over heated, apalagi mobil tua, ternyata biayanya tidaklah murah, oleh karena itu saya ambil keputusan untuk sweep mesin ori 2800 cc dengan mesin baru ex. singapore (mesin 7K Toyota 1800 cc, auto adjusted).

    Ternyata borosnya sama dengan mesin ori yang bervolum 2800 cc ๐Ÿ˜ฆ

    Jadi yah akhirnya keinginan untuk meng-applikasikan “water injection” harus benar-benar dilaksanakan. Setelah mencari kemana-mana, akhirnya alat-alat tersebut berhasil saya kumpulkan, berikut alat yang dibutuhkan untuk memasang water injection pada mesin mobil kita :

    1. Auto relay falcon by rpm.

    2. Selenoid vacuum valve.

    3. One way valve.

    4. Selang air aquarium.

    5. Kran air aquarium.

    6. Spuyer karburator motor (apa saja).

    Okay, sekarang mari kita bicara tentang “Water Injection” itu sendiri.

    Water Injection
    Ide esensial dari system ini sudah dikembangkan sejak awal dekade abad 20 lalu, yaitu pada tahun 1910, sampai ahir perang dunia ke II banyak mesin pesawat terbang pada saat itu yang menggunakan system ini.
    Bagaimana dan kenapa air dapat menambah Horse power (hp) ??? sebenarnya air tidak secara langsung menambah Horse Power mesin anda, lalu bagaimana ??? Air memiliki tingkat ketahanan terhadap panas dibanding dengan bahan bakar premium atau pertamax sekalipun, dimana air memiliki Latent High Of Vaporization yang sangat tinggi yaitu dibutuhkan sekitar 540 kalori per gram untuk dapat merubah air menjadi uap dibandingkan dengan bahan bakar biasa yang hanya cukup dengan 135 kalori untuk menguapkan BBM, ini menjelaskan kenapa air adalah yang terbaik untuk menurunkan temperature pada intake dibanding dengan memberikan lebih banyak BBM, dengan ini kita dapat mensetting timing
    pengapian mesin menjadi lebih maju ( Advance) untuk mendapat HP yang lebih besar dan membuat lebih LEAN rasio perbandingan antara udara dengan BBM dimana hal ini dapat lebih mengirit bahan bakar dan meningkatkan power tanpa resiko mesin menjadi terlalu panas(Over Heat).
    Water Injection (Wa-i) bekerja dengan cara menurunkan suhu ruang bakar yang tinggi, yaitu akibat udara yang dihisap mesin menjadi dingin karena bercampur dengan kabut air, hal ini bisa sepadan dengan menggunakan bensin beroktan tinggi sekitar angka oktan 113.
    Temperatur udara di dalam intake dan ruang bakar ( Commbustion Chamber) yang tinggi dapat menyebabkan miskinnya kandungan udara(Oksigen) yang terdapat didalamnya sehingga dapat menyebabkan campuran yang miskin, detonasi/Engine Knock atau pinging akan terjadi karena campuran udara dan BBM terbakar secara premature atau terbakar tidak tepat dan sempurna. Namun kelemahan sistem ini adalah Water Injection hanya bekerja sempurna pada putaran mesin RPM tinggi atau pada saat karburator sudah terbuka penuh, apabila di putaran bawah atau putaran mesin rendah maka dapat di rasakan ada gejala berebet atau tersendat dan mesin terasa tertahan.

    Solusi dari kelemahan water injection,

    Karena pada putaran rendah mesin berpotensi untuk berebet/tersendat, maka perlu dipasang “auto relay by rpm” sehingga kita bisa set pada rpm berapa valve pen-supply water ke intake manifold terbuka. Bagusnya auto relay valve di set pada 2000 – 2500 rpm “ON”, sehingga kendaraan pada saat idle tidak di supply water oleh “water injection system”.

    Dokumentasi pemasangan “Water Injection System” pada mercy tua saya,

    (gambar auto relay ( kotak hitam ) yg di pasang compartment mesin mercy)

    Tugas relay ini untuk meng (ON/OFF) selenoid valve sehingga aliran air bisa diatur kapan dibutuhkan oleh combution chamber atau sebaliknya. Pengaturan timing nya ditentukan oleh rotary per ment dari si mesin itu sendiri. Terus, bagaimana auto relay bekerja ? auto relay menerima inputan ber domain ‘voltage’/’ampere’ (saya juga tidak terlalu paham) kemudian dirubah menjadi energi mekanik untuk memutuskan arus pada stekker magneting yang ada di dalam system relay itu sendiri.

    ( + auto relay connect to + elco dan yang – connect to – elco)

    Elco berfungsi memberikan input kepada auto relay untuk menjalankan fungsi ‘ON/OFF’ pada selenoid valve.

    (filter bensin sepeda motor saya gunakan untuk filter air)

    aliran air dari filter langsung menuju ke vacumm/selenoid valve & control by auto relay “seperti penjelasan diatas” biasanya auto relay di setting ‘ON’ pada 2000 rpm ke atas dan akan mati bila kurang dari itu.

    (Selenoid valve (yang nempel pada dinding compartment mesin) dan One way valve)

    Selenoid valve berfungsi menerima sinyal dari auto relay kemudian meneruskan sinyal tersebut untuk meng “ON/OFF” kan valve sehingga aliran air bisa diatur sesuai setting. Sedangkan One way valve berfungsi untuk menjaga supaya tidak ada aliran balik dari ruangan “intake manifold”.

    (Keran air aquarium & selang yang masuk ke intake manifold)

    Keran air ini berfungsi untuk ‘adjusting’ flowrate air yang akan masuk ke combution chamber, disini kita bisa men setting irit/boros nya penggunaan demin/destilasi water yang kita gunakan untuk ‘water injection’.

    (Demin/destiled water storage)

    Saya letakkan di dalam kocpit mobil bagian depan karena disini suhu air bisa saya jaga supaya tetap dingin (dari pada diletakkan di dalam compartment mesin).